
Transformasi paradigma pendidikan dari pendekatan seragam menuju pembelajaran berdiferensiasi menuntut guru memiliki kompetensi diagnostik yang memadai. Pendidik tidak lagi sekadar berperan sebagai penyampai materi, tetapi sebagai perancang pengalaman belajar yang adaptif, responsif, dan berbasis data. Dalam kerangka tersebut, asesmen diagnostik menjadi fondasi strategis untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Melalui proses diagnostik yang sistematis dan terukur, guru dapat memetakan kemampuan awal, potensi, hambatan belajar, serta aspek non-kognitif seperti kondisi sosial-emosional, minat, dan motivasi belajar peserta didik.
Sebagai buku bunga rampai, karya ini menghimpun beragam perspektif konseptual, hasil kajian empiris, serta praktik implementatif dari para akademisi dan praktisi pendidikan dasar. Setiap tulisan disusun untuk memperkaya pemahaman mengenai urgensi, prinsip, model, dan strategi pelaksanaan diagnostik kesiapan belajar di sekolah dasar. Dengan pendekatan yang komprehensif, buku ini tidak hanya mengulas landasan teoretis asesmen diagnostik, tetapi juga menyajikan prosedur operasional, contoh instrumen, teknik analisis hasil asesmen, serta strategi tindak lanjut pembelajaran yang selaras dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar.