| Penulis | Ibnu Sina, M.Pd., AIFO-P., Raden Akhmad Atqo, M.Pd., Pardiman M.Pd. |
|---|---|
| ISBN | Proses |
| Ukuran | 16 x 24 cm |
| Halaman | vi + 126 Halaman |
| Variasi | Cetak, PDF |
Kesehatan dalam Perspektif Pendidikan Jasmani
Rentang harga: Rp45.000 hingga Rp75.000
& Free ShippingIbnu Sina, Raden Akhmad Atqo, dan Pardiman
Buku Kesehatan dalam Perspektif Pendidikan Jasmani hadir dalam konteks kebutuhan yang semakin mendesak akan pemahaman kesehatan yang tidak parsial, melainkan komprehensif dan terintegrasi dalam praktik pendidikan. Selama ini, kesehatan kerap direduksi pada aspek fisik semata—diukur dari ketiadaan penyakit atau gangguan tubuh—sehingga mengabaikan dimensi lain yang sama pentingnya, seperti mental, sosial, dan emosional. Buku ini secara tegas menggeser cara pandang tersebut dengan menempatkan kesehatan sebagai konstruksi multidimensional yang dibentuk melalui proses pendidikan yang sadar, terarah, dan berkelanjutan, khususnya melalui pendidikan jasmani sebagai medium strategis.
Dalam kerangka pemikirannya, pendidikan jasmani tidak diposisikan sekadar sebagai aktivitas gerak atau pelengkap kurikulum, melainkan sebagai instrumen pedagogis yang memiliki daya transformasi terhadap pola hidup dan karakter peserta didik. Aktivitas fisik dipahami bukan hanya sebagai kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai—disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, serta kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Dengan demikian, pendidikan jasmani memperoleh legitimasi akademik dan praksis sebagai ruang pembentukan manusia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara psikologis dan sosial.
Buku ini menyusun argumentasinya secara sistematis, dimulai dari landasan konseptual kesehatan dalam perspektif pendidikan, dilanjutkan dengan prinsip-prinsip aktivitas fisik yang aman, efektif, dan berbasis ilmiah, hingga pada strategi implementasi pembelajaran yang kontekstual. Pendekatan yang digunakan menunjukkan upaya serius untuk mengaitkan teori dengan realitas lapangan, terutama dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat modern yang ditandai oleh gaya hidup sedentari, peningkatan penyakit tidak menular, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik.









